Sedikit saya bisa menggambarkan mengenai diri saya. Nama saya Mujahidah Kasmi lahir tanggal 07 Desember 1992 di Ujung Pandang. Saya anak sulung dari 2 bersaudara. Hobby saya adalah Travelling. Mujahidah Kasmi. Itulah nama yang diberikan oleh almarhum nenek saya saat saya dilahirkan sembilan belas tahun yang lalu. Kata Almarhum Nenek saya, Mujahidah adalah seorang pejuang wanita. Sedangkan Kasmi itu adalah nama Ayah saya. Mucas adalah nama panggilan saya sejak saya duduk di bangku SMP, SMA, dan di bangku kuliah saat ini.
Secara fisik, saya tinggi, berkulit putih, dan agak kurus. Berambut hitam yang ikal berombak. Saya memakai jilbab sejak duduk dibangku kuliah. Saya sedikit cuek , tapi saya tetap peduli orang disekitar saya. Saya juga agak bloon, kadang tidak nyambung diajak bicara. Saya orangnya menyukai kebebasan. Saya juga orangnya suka marah-marah. Tapi saya bukan tipe cewek yang pendendam loh. Sekali amarahnya meledak tapi cepat baik juga.
Sekarang saya sedang menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin Jurusan Ilmu Komunikasi . Secara astrologi, saya Sagitarius. Terkadang pendiam dan sedikit pemalu, kadang sangat terbuka. Namun saya selalu penuh semangat dan giat bekerja. Negatifnya, saya egois dan suka marah-marah. Ya, tidak ada manusia yang sempurna. Tetapi saya selalu mencoba menjadi orang baik.Saya senang membuat orang tertawa, karena salah satu kebahagian di dunia ini adalah ketika kita dikelilingi oleh orang-orang yang merasa bahagia.
Saya menyukai Musik dan Binatang. Saya suka musik yang bisa menyuarakan isi hati saya. Juga binatang. Mereka, banyak macamnya dan penuh dengan misteri. Saya yakin, walaupun mereka diam, mereka mengerti apa yang kita katakan. Terkadang, saya berharap saya bisa berbicara dengan mereka.
Saya mempunyai cita cita sejak kecil. Saya ingin menjadi seorang Pengusaha. Ketika saya menjadi Pengusaha yang sukses, Saya ingin membahagiakan orang tua saya, dengan membelikan sebuah Rumah dan menaikkan kedua orang tua saya ke Mekkah. amien
Dan terakhir, saya ingin membanggakan kedua orang tua saya dan semua orang disekeliling saya. Saya berusaha dengan keras. Saya ingin mereka berkata, “Itu Idha. Dan saya bangga padanya.”

